Berita Kesehatan

Demam Berdarah hanya ditularkan melalui nyamuk Demam Berdarah (Aedes Aegypti) yang berkembang biak di dalam genangan air jernih, di dalam maupun di sekitar rumah, bukan di got atau di comberan. Membunuh nyamuknya saja belumlah cukup selama jentik-jentiknya masih dibiarkan hidup. Karena itu upaya yang paling tepat untuk mencegah demam berdarah adalah membasmi jentik-jentinya dengan cara 5M:

1. Menguras

Bersihkan (kuras) tempat penyimpanan air (seperti bak mandi/WC, drum, dll) seminggu sekali.

2. Menutup

Tutuplah kembali tempayan rapat-rapat setelah mengambil airnya, agar nyamuk Demam Berdarah tidak dapat masuk dan bertelur disitu.

3. Mengganti

Ganti air vas bunga dan pot tanaman air setiap hari.

4. Mengubur

Kubur dan buanglah pada tempatnya, plastik, dan barang-barang bekas yang bisa digenangi air hujan.

5. Menaburkan

Untuk tempat-tempat air yang tidak mungkin atau sulit dikuras. Taburkan bubuk abate ke dalam genangan air tersebut untuk membunuh jentik-jentik nyamuk . Ulangi hal ini setiap 2-3 bulan sekali atau peliharalah ikan di tempat itu.

Catatan:

Takaran penggunaan bubuk abate adalah sebagai berikut:

Untuk 10 liter air cukup dengan 1 gram bubuk abate atau 10 gram untuk 100 liter dan seterusnya. Bila tidak ada alat untuk menakar, gunakan sendok makan. Satu sendok makan peres (yang diratakan di atasnya) berisi 10 gram abate. Anda tinggal membaginya atau menambahnya sesuai banyaknya air yang akan diabatisasi. Takaran tak perlu tepat betul. Abate dapat dibeli di apotek-apotek.

Membunuh nyamuknya saja tidak cukup selama jentik-jentiknya masih dibiarkan hidup.

Gejala Demam Berdarah

1. Mendadak panas tinggi selama 2 sampai 7 hari.

2. Tampak bintik-bintik merah pada kulit.

3. Kadang-kadang terjadi pendarahan di hidung (mimisan).

4. Mungkin terjadi muntah atau berak darah.

5. Sering terasa nyeri di ulu hati.

6. Bila sudah parah penderita gelisah. Tangan dan kakinya dingin dan berkeringat.

Apa yang dilakukan bila timbul gejala?

1. Beri penderita minum yang banyak.

2. Kompres dengan air hangat.

3. Beri obat turun panas.

4. Segera bawa ke dokter, Puskesmas, atau Rumah Sakit. Khususnya bila penderita tampak gelisah dan kaki serta tangannya dingin.

RS Dr. OEN SOLO BARU memiliki Unit Gawat Darurat (UGD) yang siap melayani pasien gawat darurat karena Demam Berdarah selama 24 jam non-stop didukung dengan peralatan yang canggih dan dokter jaga serta perawat yang juga selalu siap melayani 24 jam non-stop, serta pelayanan pemeriksaan Non-Struktural 1 (NS 1) di Laboratorium kami guna mendeteksi virus dengue lebih awal.

 

 

Penyakit virus Ebola menjadi ancaman pandemi terbaru bagi dunia, saat ini virus telah menyebar cepat pada beberapa negara di Afrika Barat. Kejadian Luar Biasa (KLB) ini pertama bermula di Guyana pada Maret 2014, sejak itu virus ini telah menyebar ke Liberia, Sierra Leone, dan Nigeria. Ini merupakan KLB terburuk dalam sejarah umat manusia dalam hal jumlah kasus dan fatalitas yang terjadi. Secara total lebih dari 4000 kasus terduga dan 2.105 kematian telah dilaporkan oleh badan kesehatan dunia (WHO) sampai bulan Agustus 2014. Pemerintah Sierra Leone dan Liberia bahkan telah menutup perbatasan mereka dan melarang warga untuk berpergian ke luar rumah. Di Indonesia sendiri Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan peringatan untuk warga yang akan bepergian ke negara-negara Afrika Barat tersebut di atas. Selain itu Kemenkes  juga telah menyiapkan fasilitas pemeriksaan diagnostik Ebola di laboratorium Balitbangkes Jakarta.

Penyakit virus Ebola atau demam hemorrhagik Ebola (EHF) adalah penyakit manusia yang disebabkan oleh virus Ebola. Gejala biasanya timbul dalam waktu dua hari sampai tiga minggu setelah terpapar dengan virus ini, dengan keluhan demam, nyeri menelan, mialgia (nyeri otot) dan sakit kepala. Setelah itu muncul mual muntah, diare disertai dengan gangguan fungsi hati dan ginjal. Pada fase ini beberapa orang mulai mengalami gangguan perdarahan. Virus ini biasanya menular melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh dari hewan yang terkena penyakit ini (biasanya kera atau kelelawar). Setelah mengenai manusia, maka virus ini dapat menular melalui persentuhan dengan darah atau cairan tubuh penderita.

Pencegahan merupakan tindakan utama dalam membatasi penyebaran Ebola, hal ini dikarenakan sampai saat ini belum ada antivirus ataupun vaksin khusus yang dapat mencegah atau mengobati penyakit ini. Pengobatan utama Ebola adalah dengan memberikan terapi suportif berupa cairan dan obat-obatan simtomatik, hampir serupa dengan terapi Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun demikian, Ebola mempunyai perjalanan penyakit yang jauh lebih fatal dari DBD dengan angka mortalitas 50-90% kasus.

Individu paling rentan uhtuk terkena Ebola adalah para petugas kesehatan, hal ini karena para petugas (termasuk dokter dan perawat) adalah pelayan lini pertama yang bersentuhan langsusng dengan penderita. Saat ini korban dari sisi petugas kesehatan telah mulai berjatuhan, 79 petugas kesehatan termasuk dokter dan perawat telah meninggal, dari 152 yang terinfeksi. Untungnya virus ini tidak mudah menyebar ke populasi umum, namun demikian masyarakat juga harus diberikan edukasi yang memadai sehingga tidak terjadi kepanikan/histeria massa. Perhatian harus diberikan kepada individu-individu dengan demam yang baru saja (<1 bulan terakhir) pulang dari negara-negara Afrika Barat. Asia Tenggara (termasuk Indonesia) meskipun bukan negara tujuan utama dari warga negara-negara tersebut, tetap mencatat kunjungan lebih dari 300 orang pada bulan terakhir sehingga kewaspadaan harus diterapkan.

Sumber: Tabloid MD

 

Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) merupakan salah satu jenis virus yang menyerang organ pernafasan yang bisa mengakibatkan kematian. Berdasarkan laporan WHO, sejak September 2012 sampai September 2013, ditemukan 130 kasus konfirmasi MERS-CoV dengan 58 kematian (CFR : 44,6%). MERS-CoV mulai berjangkit di Arab Saudi dan menyebar ke Eropa serta dapat pula menyebar ke negara lain.
Walaupun belum ditemukan kasus MERS-CoV di Indonesia, namun ancaman MERS-CoV perlu diwaspadai. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan jumlah populasi umat muslim yang besar. Pada musim Haji di bulan September 2013, sekitar 200.000 orang melakukan ibadah haji di Mekah. Pada tahun 2013, sekitar 750.000 orang melakukan ibadah Umrah di Arab Saudi. Disamping itu lebih dari satu juta Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berangkat ke Arab Saudi setiap tahunnya. Ketiga kelompok tersebut (jamaah Haji, jamaah Umrah serta TKI) dapat terinfeksi MERS-CoV dan dapat menyebarkannya di Indonesia. (www.depkes.go.id)

Gejala infeksi MERS-CoV

  • Mula-mula gejalanya mirip seperti flu dan bisa mencakup: demam, myalgia, lethargy, gejala gastrointestinal, batuk, radang tenggorokan dan gejala non-spesifik lainnya.
  • Demam di atas 38 °C (100.4 °F).
  • Sesak napas. Sebagian besar kasus gejala ini biasanya muncul antara 2–3 hari. Sekitar 10–20% kasus membutuhkan ventilasi mekanis.

 

Penyebaran Virus Corona

Sampai saat ini, masih terus dilakukan investigasi mengenai pola penularan MERS-CoV, karena telah ditemukan adanya penularan dari manusia ke manusia yang saling kontak dekat dengan penderita. Penularan dari pasien yang terinfeksi kepada petugas kesehatan yang merawat juga diamati. Selain itu, cluster dari kasus infeksi MERS-Cov di Arab Saudi, Jordania, the United Kingdom, Prancis, Tunisia, dan Italia juga diinvestigasi. Data terbaru dari CDC menunjukkan bahwa MERS terbukti bisa ditularkan antar manusia. Meski begitu, tampaknya penyakit ini tak bisa menyebar sangat cepat seperti SARS pada tahun 2003. Virus MERS terus mendapatkan pengawasan ketat dari para ahli untuk berjaga-jaga jika virus ini berkembang menjadi ancaman yang semakin berbahaya. Peneliti belum mengetahui secara pasti cara virus MERS ditularkan ke manusia, namun virus ini sudah ditemukan pada kelelawar dan unta. Para pakar mengatakan unta kemungkinan besar menjadi binatang pembawa, yang kemudian menularkannya pada manusia.

Penanganan

Hingga saat ini belum ada vaksin yang spesifik dapat mencegah infeksi MERS-Cov. Selain itu, belum ditemukan juga metode pengobatan yang secara spesifik dapat menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh MERS-Cov. Perawatan medis hanya bersifat supportive untuk meringankan gejala. Penderita yang dicurigai harus diisolasi, lebih baiknya di ruangan tekanan negatif, dengan kostum pengaman lengkap untuk segala kontak apapun dengan pasien.
Antibiotik masih belum efektif. Pengobatan hingga kini masih bergantung pada anti-pyretic, supplemen oksigen dan bantuan ventilasi. Penggunaan steroid dan antiviral drug ribavirin, namun tidak ada bukti yang mendukung terapi ini. Sekarang banyak juru klinik yang mencurigai ribavirin tidak baik bagi kesehatan. Ilmuwan kini sedang mencoba segala obat antiviral untuk penyakit lain seperti AIDS, hepatitis, influenza dan lainnya pada coronavirus.

Pencegahan

Bagi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah haji atau pun umroh jangan khawatir, Anda tetap bisa melakukan perjalanan atau berkunjung ke negara-negara Arabia Peninsula dan sekitarnya, karena World Health Organization (WHO) dan Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat tidak akan mengeluarkan surat travel warning tentang kesehatan kepada negara-negara yang terkait dengan MERS-Cov. Namun, hal yang perlu diantisipasi oleh masyarakat yang akan berpergian ke negara-negara tersebut, yaitu jika terdapat demam dan gejala sakit pada saluran pernapasan bagian bawah, seperti halnya: batuk, atau sesak napas dalam kurun waktu 14 hari sesudah perjalanan, segera periksakan ke dokter.

 

sindroma bayi diguncang rs dr. oen solobaruApakah Anda sering mengguncang bayi anda bila ia menangis keras dan tak mau diam? Bila bayi rewel ketika Anda sedang banyak masalah? Ketahuilah perbuatan itu tergolong kekerasan terhadap anak yang memiliki potensi bahaya besar bagi bayi.
Bayi sering menjadi sasaran kekerasan domestik yang tak kentara, hanya dengan mengguncang-guncangnya ketika rewel atau kita kurang sabar. Padahal ada masanya bayi menangis dengan kuat seolah tak mau berhenti, dan itu bagian normal dari perkembangan bayi.

Selengkapnya: Sindroma bayi diguncang

Berita Terkini

  • 1
  • 2
  • 3
Prev Next

HASIL CAPAIAN MUTU SEMESTER 1 TH 2017

22-08-2017

HASIL CAPAIAN MUTU SEMESTER 1 TH 2017

PENCEGAHAN & PENGENDALIAN INFEKSI, SURVEI...

Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner

07-07-2017

Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner

Salah satu penyakit kardiovaskular yang men...

Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Ma…

30-06-2017

Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial

Telah bergabung bersama RS Dr. OEN SOLO BAR...

Bila Anak Kejang Demam

05-06-2017

Bila Anak Kejang Demam

KEJANG DEMAM (dalam Bahasa Jawa disebut 'St...

Waspadai Gejala dan Tanda Rematik

08-05-2017

Waspadai Gejala dan Tanda Rematik

Secara medis yang dimaksud dengan rematik a...

Klinik Teduh - Klinik PPK 1 BPJS Kesehat…

06-02-2017

Klinik Teduh - Klinik PPK 1 BPJS Kesehatan

Klinik Teduh merupakan salah satu badan usa...

Vaksin Asli RS Dr. OEN SOLO BARU

19-07-2016

Vaksin Asli RS Dr. OEN SOLO BARU

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan adanya p...

Calcium Score CT Scan 128 Slices

08-07-2016

Calcium Score CT Scan 128 Slices

PERTAMA DI SOLO RAYA : CT SCAN 128 SLICES !...

Lomba Dance Group Anak

04-07-2016

Lomba Dance Group Anak

Sing: Let's dance together.. get on the dan...

Guests Online

Kami memiliki 43 tamu dan tidak ada anggota online