Sukoharjo, 24 Maret 2026 – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan kesehatan global yang besar, namun tahun ini dunia membawa pesan yang lebih kuat dan berani. Mengusung tema global dari WHO, “Ya! Kita Bisa Mengakhiri TB!” (Yes! We Can End TB!), peringatan Hari TBC Sedunia tahun 2026 menjadi seruan bagi kita semua bahwa mengakhiri epidemi ini bukan sekadar mimpi. Sebagai bentuk aksi nyata dalam mendukung visi tersebut, RS Dr. OEN SOLO BARU menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bagi para pasien dan pengunjung yang berada di Lobby Rumah Sakit. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan bahaya TBC yang sering kali terabaikan.
Mengenal TBC Extra Paru
Dalam sesi edukasi kali ini, dr. Firstian Dhita Irawan hadir sebagai narasumber untuk membagikan wawasan penting mengenai TBC Extra Paru. Topik ini dipilih karena masih banyak masyarakat yang mengira bahwa bakteri TBC hanya menyerang organ paru-paru saja. Padahal, bakteri TBC memiliki kemampuan untuk menginfeksi organ tubuh lainnya, seperti tulang, kelenjar getah bening, hingga selaput otak. Melalui pemaparan yang komunikatif, dr. Firstian menjelaskan bahwa mengenali gejala TBC Extra Paru sejak dini sangatlah krusial agar pasien bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat di Unit TB DOTS dan mencegah komplikasi yang lebih berat.
Kegiatan ini bertujuan utama untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Dengan memahami bahaya dan gejalanya, diharapkan masyarakat tidak lagi menunda pemeriksaan jika merasakan keluhan yang tidak biasa seperti benjolan yang tidak nyeri atau nyeri tulang yang persisten. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah tentang kedisiplinan. TBC memang penyakit yang serius, namun dengan pengobatan yang teratur dan dukungan lingkungan yang baik, rantai penularan dapat diputus. RS Dr. OEN SOLO BARU melalui layanan TB DOTS berkomitmen penuh untuk mendampingi pasien dalam proses penyembuhan hingga tuntas.
Bersama Putus Rantai Penularan
Peringatan Hari TBC Sedunia tahun ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa kolaborasi antara tenaga medis dan kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Dengan kepemimpinan yang tegas dan inovasi medis yang terus berkembang, kita benar-benar bisa mewujudkan lingkungan yang bebas dari TBC. Mari dukung gerakan eliminasi TBC dengan tidak memberikan stigma negatif kepada penyintas dan rutin melakukan pemeriksaan jika memiliki kontak erat dengan penderita.



