FALOAK (Sterculia quardifida R. Br.)
Populasi dan Status Konservasi
Berdasarkan hasil inventarisasi terbaru, terdapat 1 pohon faloak yang berlokasi di area Open Space
Deskripsi Umum
Faloak (Sterculia quadrifida) adalah pohon kayu berukuran menengah hingga besar, dapat tumbuh hingga sekitar 15–20 meter. Tanaman ini berasal dari kawasan Australia–Papua dan tumbuh alami di Indonesia, terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT), tempat faloak dikenal luas dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional. Bagian kulit batang, daun, dan bijinya secara turun-temurun digunakan dalam pengobatan lokal. Faloak kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, dan terpenoid, serta dipercaya memiliki khasiat untuk meningkatkan stamina, membantu pengobatan hepatitis dan diabetes, bersifat antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan. Karena pemanfaatannya yang intensif, khususnya pada kulit batang, pengelolaan dan pemanenan perlu dilakukan secara bijaksana untuk menjaga kelestarian tanaman ini.
Morfologi
Tanaman ini memiliki batang tegak dan berkayu keras dengan diameter cukup besar pada tanaman dewasa, berkulit cokelat keabu-abuan dan bertekstur agak kasar, serta tajuk melebar dengan percabangan tidak terlalu rapat. Daunnya tunggal, bertangkai panjang, berbentuk menjari dengan 3–5 lobus, berwarna hijau dengan tulang daun jelas, tersusun berseling, dan berukuran relatif besar. Bunganya kecil berwarna kekuningan hingga kemerahan, tersusun dalam malai, dengan bunga jantan dan betina terdapat pada individu yang sama (berumah satu) (Siswadi et al. 2020). Buah berbentuk folikel yang berubah merah hingga cokelat saat masak, berisi beberapa biji hitam, dan akan pecah secara alami ketika matang (Ngginak et al. 2019).
Manfaat
Obat Tradisional
Kulit batang faloak digunakan secara luas sebagai bahan ramuan tradisional untuk:
Meningkatkan daya tahan tubuh
Mengatasi kelelahan dan pegal-pegal
Membantu pemulihan pasca sakit
Penelitian menunjukkan bahwa kulit batang faloak mengandung senyawa flavonoid total yang tinggi, yang berperan sebagai antioksidan alami (Ngginak et al. 2019).
Lingkungan
Berpotensi sebagai tanaman konservasi lahan kering
Mendukung pelestarian flora lokal NTT (Siswadi et al. 2020)
Habitat
Faloak tumbuh alami pada:
Wilayah beriklim kering hingga semi-kering
Dataran rendah hingga menengah
Tanah berbatu, berdrainase baik
Intensitas cahaya matahari tinggi
Tanaman ini memiliki toleransi tinggi terhadap kekeringan dan mampu tumbuh pada kondisi tanah marginal (Siswadi et al. 2020)



