FLAMBOYAN (Delonix regia)
Populasi dan Status Konservasi
Pohon Sepe (Kupang, NTT).Berdasarkan hasil inventarisasi terbaru, terdapat 2 pohon flamboyan yang berlokasi di area Open Space
Status konservasi : Least Concern (2014)
Deskripsi Umum
Flamboyan (Delonix regia) adalah tumbuhan berbentuk pohon dari famili Fabaceae (suku polong-polongan) yang berasal dari bioma beriklim tropis kering di wilayah Madagaskar bagian utara dan barat. Tanaman ini dikenal luas karena tajuknya yang melebar dan bunga berwarna merah menyala hingga jingga yang sangat mencolok.
Nama lain dari pohon flamboyan adalah pohon sepe (Kupang, NTT)
Dalam bahasa Inggris, tumbuhan ini dikenal dengan berbagai nama seperti flamboyant, flame tree, royal poinciana, atau phoenix flower.
Nama ilmiah Delonix regia pertama kali dipublikasikan oleh botanis Wenceslas Bojer pada tahun 1837.
Morfologi
Tanaman ini memiliki batang besar berbanir dengan kulit cokelat keabu-abuan dan permukaan relatif halus. Tajuknya berbentuk payung, melebar dengan cabang hampir horizontal dan sering kali lebih lebar daripada tinggi pohon, serta memiliki sistem perakaran dangkal. Daunnya majemuk menyirip ganda (bipinnate), tersusun berseling, berwarna hijau muda, dengan panjang 20–60 cm; anak daun berjumlah banyak, kecil, dan berbentuk lonjong tumpul sehingga memberi kesan tajuk yang halus. Bunganya besar dan mencolok, tersusun dalam karangan (corymb) berdiameter 5–13 cm, dengan lima mahkota bunga empat berwarna merah hingga jingga dan satu lebih besar bercorak putih dan merahserta bersifat biseksual. Buah berupa polong keras memanjang berwarna cokelat tua saat masak, panjang 30–75 cm, menggantung lama di pohon dan berisi 30–45 biji keras berbentuk lonjong (Orwa et al. 2009).
Manfaat
Antosianin, flavonoid, saponin, tanin, asam amino, phytosterol, alkanes, cyanidine, karotenoid, lectin, asam klorogenik, stigmasterol, linoleik, phytol, β-sitosterol, steroid karotenoid, asam fenolik (asam gallic, asam protocatehuic, asam salicylic, transcinnamic, lycopene), lupeol, galactomannans, hydrocarbons phytotoxins.
- Ornamental / lansekap: Karena bunganya sangat mencolok dan tajuknya besar, sering ditanam di pinggir jalan, taman kota dan pekarangan sebagai tanaman hias dan peneduh.
- Obat tradisional: Banyak bagian tanaman (daun, bunga, kulit, biji) digunakan secara tradisional untuk berbagai keperluan seperti: rematik, bronkitis, diabetes, anemia, luka, bisul, pneumonia.
- Aktivitas farmakologi: Ekstrak dari Delonix regia menunjukkan aktivitas anti-inflamasi, antioksidan, antibakteri, hepatoprotektif, penyembuhan luka dan potensi antikanker.
- Nilai tambahan: Beberapa penelitian juga melihat potensi biji/pod sebagai bahan bio-energi atau bahan bakar alternatif.
Habitat
Delonix regia tumbuh optimal pada:
Ketinggian 0–2.000 m dpl
Curah hujan tahunan 700–1.200 mm
Suhu rata-rata 14–26 °C
Tanah berpasir hingga lempung, berdrainase baik
Intensitas cahaya penuh
Tanaman ini toleran terhadap kondisi kering, namun memiliki perakaran dangkal dan kayu relatif rapuh sehingga rentan terhadap angin kencang (Orwa et al. 2009; Nurhayati 2018).
Asal: Spesies ini asli dari Madagaskar bagian barat/kering dan sub-humid.
Sebaran: tersebar di Asia (India, Indonesia, China, Jepang), Amerika Latin, Karibia dan wilayah tropis lainnya.
Kondisi tumbuh: Tumbuh baik di daerah tropis dengan sinar matahari penuh, toleran terhadap kekeringan relatif, pada tanah berdrainase baik.Spesies ini tumbuh di zona tropis/subtropis dan toleran terhadap berbagai kondisi tanah
Catatan ekologi: Karena pertumbuhan akar dan tajuk yang besar, perlu diperhatikan lokasi penanaman terutama di ruang kota atau dekat bangunan.



