Droensolobaru

KEPUH (Sterculia foetida L.)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Malvales 

Famili : Malvaceae

Genus : Sterculia 

Spesies Sterculia foetida L.

Populasi dan Status Konservasi

Berdasarkan hasil inventarisasi terbaru, terdapat 3 pohon kepuh yang berlokasi di area Open Space 

Kepuh (Sterculia foetida) merupakan tumbuhan berbentuk pohon besar dari famili Malvaceae (suku kapas-kapasan). Tanaman ini berasal dari wilayah Afrika tropis dan menyebar luas mulai dari Afrika Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, Kepulauan Nusantara hingga Australia, terutama pada bioma beriklim tropis kering. Nama spesifik foetida merujuk pada bau khas yang kurang sedap yang dihasilkan oleh bunga atau bagian tertentu dari pohon ini

Kepuh (Sterculia foetida) merupakan pohon besar yang dapat tumbuh hingga 40 m dengan diameter batang 90–300 cm. Batangnya tegak dan berkayu, memiliki sistem percabangan monopodial dengan tajuk bertingkat menyerupai TerminaliaKulit batang berwarna abu-abu hingga cokelat kehitaman, bertekstur kasar dan mudah dikenali. Daunnya majemuk menjari dan tersusun rapat di ujung ranting, terdiri atas 7–9 anak daun berbentuk jorong hingga lonjong dengan tekstur tebal dan kaku, berwarna hijau mengilap serta beraroma tidak sedap saat diremas. Bunganya majemuk dan berkelamin satu, dapat berumah satu atau dua, tersusun dalam malai dekat ujung ranting, berwarna hijau pucat hingga ungu kusam dan berbau menyengat. Buah berupa folikel besar berwarna merah terang saat masak, tersusun seperti bintang, masing-masing berisi 10–17 biji lonjong berwarna kehitaman hingga merah gelap yang melekat pada aril kuning.

Kayu dan Produk
Pangan dan Pakan
Obat Tradisional
Nilai Budaya

Kepuh tumbuh optimal pada:

Spesies ini memiliki sistem perakaran dalam yang berperan penting dalam konservasi air dan siklus hidrologi, sehingga potensial sebagai tanaman rehabilitasi lahan kering (Njurumana, 2011; Orwa et al., 2009).