KURMA (Phoenix dactylifera L.)
Populasi dan Status Konservasi
Berdasarkan hasil inventarisasi terbaru, terdapat 2 pohon kurma yang berlokasi di area Open Space
Status konservasi : Least Concern (2017)
Deskripsi Umum
Kurma merupakan tumbuhan berbentuk pohon dari famili Arecaceae (suku pinang-pinangan). Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Phoenix dactylifera ini berasal dari bioma beriklim subtropis dengan rentang sebaran mulai dari Jazirah Arab hingga Pakistan selatan.
Kurma juga dikenal dengan sebutan lain yaitu korma.
Nama ilmiah Phoenix dactylifera pertama kali dipublikasikan oleh botanis Carolus Linnaeus dalam Species Plantarum tahun 1753.
Morfologi
Kurma merupakan pohon palma berbatang tunggal atau berumpun dengan tinggi dapat mencapai 15–30 m. Batang silindris, tidak bercabang, dan ditutupi bekas pelepah daun tua. Sistem perakaran bersifat serabut dan berkembang luas. Daunnya majemuk menyirip, panjang hingga 7 m, tersusun membentuk tajuk di bagian atas batang. Kurma bersifat dioecious, yaitu bunga jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda. Bunga tersusun dalam tandan (spadiks) yang terlindungi oleh spatha. Buah berbentuk lonjong hingga silindris, berwarna kuning hingga cokelat kemerahan saat matang, dengan satu biji keras di bagian tengah. Ukuran dan warna buah sangat bervariasi tergantung kultivar (Orwa et al. 2009; Al-talaqany et al. 2023).
Manfaat
Kurma memiliki manfaat yang sangat luas, antara lain:
Pangan dan Gizi
Buah kurma kaya karbohidrat (glukosa, fruktosa, sukrosa), serat pangan, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif seperti fenolik dan flavonoid, sehingga menjadi sumber energi dan nutrisi penting (Ghnimi et al. 2017; Al-talaqany et al. 2023).Kesehatan dan Obat Tradisional
Berbagai penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, hepatoprotektif, serta potensi sebagai peningkat kesuburan dan pencegah penyakit degeneratif (Baliga et al. 2011; Al-Yahya et al. 2016).Ekologi dan Lingkungan
Kurma berfungsi sebagai peneduh, penahan angin, pengendali erosi, serta tanaman reklamasi pada lahan salin dan kering (Orwa et al. 2009).Sosial dan Budaya
Kurma memiliki nilai religius dan budaya yang tinggi, khususnya dalam tradisi masyarakat Timur Tengah dan Islam, serta menjadi komoditas perdagangan penting (Samarawira 1983).
Habitat
Kurma tumbuh optimal pada daerah beriklim panas dan kering dengan paparan sinar matahari penuh. Tanaman ini toleran terhadap suhu ekstrem, salinitas tinggi, dan kekeringan, tetapi memerlukan tanah yang berdrainase baik untuk pertumbuhan optimal. Habitat alami dan budidayanya meliputi daerah gurun, semi-gurun, oasis, serta wilayah pesisir dengan kadar garam tanah relatif tinggi. Kurma dapat tumbuh pada ketinggian hingga sekitar 1.500 mdpl dengan curah hujan rendah (100–300 mm/tahun) (Orwa et al. 2009).


