Droensolobaru

KURMA (Phoenix dactylifera L.)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta 
Kelas : Liliopsida
Ordo : Arecales 
Famili : Arecaceae 
Genus : Phoenix 
Spesies :Phoenix dactylifera L. 

Populasi dan Status Konservasi

Berdasarkan hasil inventarisasi terbaru, terdapat 2 pohon kurma yang berlokasi di area Open Space 

Kurma merupakan tumbuhan berbentuk pohon dari famili Arecaceae (suku pinang-pinangan). Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Phoenix dactylifera ini berasal dari bioma beriklim subtropis dengan rentang sebaran mulai dari Jazirah Arab hingga Pakistan selatan. 

Kurma merupakan pohon palma berbatang tunggal atau berumpun dengan tinggi dapat mencapai 15–30 m. Batang silindris, tidak bercabang, dan ditutupi bekas pelepah daun tua. Sistem perakaran bersifat serabut dan berkembang luas. Daunnya majemuk menyirip, panjang hingga 7 m, tersusun membentuk tajuk di bagian atas batang. Kurma bersifat dioecious, yaitu bunga jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda. Bunga tersusun dalam tandan (spadiks) yang terlindungi oleh spatha. Buah berbentuk lonjong hingga silindris, berwarna kuning hingga cokelat kemerahan saat matang, dengan satu biji keras di bagian tengah. Ukuran dan warna buah sangat bervariasi tergantung kultivar (Orwa et al. 2009; Al-talaqany et al. 2023).

Kurma memiliki manfaat yang sangat luas, antara lain:

Kurma tumbuh optimal pada daerah beriklim panas dan kering dengan paparan sinar matahari penuh. Tanaman ini toleran terhadap suhu ekstrem, salinitas tinggi, dan kekeringan, tetapi memerlukan tanah yang berdrainase baik untuk pertumbuhan optimal. Habitat alami dan budidayanya meliputi daerah gurun, semi-gurun, oasis, serta wilayah pesisir dengan kadar garam tanah relatif tinggi. Kurma dapat tumbuh pada ketinggian hingga sekitar 1.500 mdpl dengan curah hujan rendah (100–300 mm/tahun) (Orwa et al. 2009).