Droensolobaru

MAHONI (Swietenia mahagoni)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae
Divisi :Streptophyta
Kelas : Equisetopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Meliaceae
Genus : Swietenia
Spesies :Swietenia mahagoni

Populasi dan Status Konservasi

Berdasarkan hasil inventarisasi terbaru, terdapat 1 pohon mahoni yang berlokasi di area Open Space 

Swietenia belizensis Lundell

Swietenia candollei Pittier

Swietenia tessmannii Harms

Mahagoni, Maoni atau Moni.

Mahoni (Swietenia mahagoni) merupakan tumbuhan berbentuk pohon dari famili Meliaceae yang berasal dari kawasan Amerika tropis, dengan sebaran alami mulai dari Florida selatan hingga wilayah Karibia seperti Bahama, Jamaika, Haiti, dan Republik Dominika. Tanaman ini tumbuh di hutan kering hingga lembap pada bioma beriklim tropis basah. Mahoni pertama kali diperkenalkan ke Indonesia melalui Kebun Raya Bogor pada tahun 1872, kemudian dikembangkan secara luas di Pulau Jawa pada akhir abad ke-19. Pohon mahoni dapat tumbuh hingga sekitar 25 meter, memiliki batang kokoh dan kayu berwarna cokelat kemerahan yang bernilai tinggi, tahan terhadap pelapukan dan serangan serangga, sehingga banyak dimanfaatkan untuk bahan bangunan, furnitur, dan alat musik. 

Mahoni merupakan pohon tahunan dengan tinggi mencapai 3–40 m dan diameter batang hingga ±125 cm. Sistem perakaran berupa akar tunggang yang kuat, dengan batang berbentuk silindris dan berkayu keras. Kulit batang berwarna abu-abu saat muda, kemudian berubah menjadi cokelat tua, beralur, dan mengelupas ketika tua (DLH Boyolali, 2022). Daun majemuk menyirip genap, berwarna hijau muda hingga hijau tua, dengan bentuk anak daun bulat telur, tepi rata, dan ujung runcing. Bunga mahoni berukuran kecil, tersusun dalam malai yang muncul dari ketiak daun, berwarna kuning kecokelatan. Buah berbentuk kapsul lonjong hingga bulat, berkeluk lima, bertekstur keras, berwarna cokelat keabu-abuan, dengan panjang sekitar 12–15 cm. Di dalam buah terdapat biji pipih bersayap berwarna cokelat kehitaman yang berfungsi sebagai alat penyebaran alami (DLH Boyolali, 2022; Ahmad et al., 2019).

Mahoni memiliki berbagai manfaat, antara lain:

Mahoni tumbuh baik pada daerah tropis dengan ketinggian hingga 1.500 mdpl, curah hujan 1.524–5.085 mm/tahun, dan suhu udara antara 11–36°C. Tanaman ini toleran terhadap kondisi lahan kering, tanah kurang subur, serta daerah berpasir dan payau.Mahoni memerlukan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan optimal dan banyak dijumpai tumbuh di tepi jalan, kawasan permukiman, lahan terbuka, serta hutan tanaman di daerah tropis dan subtropis (DLH Boyolali, 2022).