Droensolobaru

MAJA (Aegle marmelos)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Superdivisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Subkelas : Rosidae

Ordo : Sapindales

Famili : Rutaceae

Genus    : Aegle

Spesies Aegle marmelos

Populasi dan Status Konservasi

Berdasarkan hasil inventarisasi terbaru, terdapat 1 pohon maja yang berlokasi di area Open Space 

Maja (Aegle marmelos) merupakan tumbuhan berbentuk pohon kecil hingga sedang dari famili Rutaceae (suku jeruk-jerukan). Tanaman ini berasal dari wilayah anak benua India dan tumbuh alami pada bioma beriklim tropis basah hingga monsun. 

Aegle marmelos merupakan pohon berukuran sedang dengan tinggi mencapai 12–15 m, batang relatif pendek, dan percabangan menyebar. Kulit batang tebal, lunak, mengelupas, dan berwarna abu-abu kecokelatan. Cabang muda sering berduri, terutama pada tunas muda (Orwa et al., 2009). Daun bersifat gugur, tersusun berseling, terdiri atas 3–5 anak daun berbentuk oval hingga lonjong dengan ujung runcing dan tepi agak bergerigi. Daun muda berwarna hijau mengilap hingga kemerahan, dan daun tua mengeluarkan bau khas bila diremas. Bunga berwarna kehijauan hingga kuning pucat, harum, tersusun dalam kelompok kecil pada ranting muda. Buah berbentuk bulat hingga lonjong dengan diameter 5–20 cm, kulit keras berwarna hijau keabu-abuan yang berubah menjadi kekuningan saat masak. Daging buah berwarna jingga pucat, bertekstur lembek, aromatik, dan mengandung banyak biji pipih berlendir (Orwa et al., 2009).

Aegle marmelos tumbuh baik pada daerah tropis hingga subtropis kering, pada ketinggian 0–1.200 mdpl, dengan curah hujan 570–2.000 mm/tahun dan suhu udara antara –6 hingga 48°C. Tanaman ini toleran terhadap berbagai jenis tanah, termasuk tanah berpasir, berbatu, alkalis, hingga tanah kurang subur dengan pH 5–8. Maja dikenal mampu tumbuh dan berbuah pada kondisi lingkungan ekstrem dan lahan marginal, sehingga cocok untuk rehabilitasi lahan kering dan agroforestri (Orwa et al., 2009).