MALAKA (Phyllanthus emblica L.)
Populasi dan Status Konservasi
Berdasarkan hasil inventarisasi terbaru, terdapat 1 pohon malaka yang berlokasi di area Open Space
Status konservasi : Least Concern (2020)
Deskripsi Umum
Malaka (Phyllanthus emblica), dikenal juga sebagai emblic atau Indian gooseberry, merupakan tumbuhan berbentuk pohon dari famili Phyllanthaceae yang berasal dari kawasan Asia tropis dan subtropis.
Di Indonesia tumbuhan ini dikenal dengan nama malaka, kemloko (Jawa), atau ki malaka (Sunda).
Nama ilmiah Phyllanthus emblica pertama kali dipublikasikan oleh Carolus Linnaeus dalam Species Plantarum pada tahun 1753.
Morfologi
Malaka tumbuh sebagai pohon kecil hingga sedang dengan tinggi sekitar 8–18 meter, batang berkayu dengan percabangan menyebar. Daunnya sederhana, berwarna hijau muda, tersusun rapat menyerupai daun majemuk menyirip. Bunganya kecil berwarna hijau kekuningan. Buah berbentuk bulat hampir sempurna, berwarna hijau kekuningan, permukaan licin, memiliki 6 alur vertikal, dengan rasa asam, pahit, dan sepat. Buah matang dipanen secara manual pada musim gugur
Manfaat
Buah malaka kaya akan vitamin C, polifenol, flavonoid, tanin, dan senyawa bioaktif lainnya. Secara tradisional dan ilmiah, tanaman ini digunakan sebagai antioksidan, antiinflamasi, antikanker, antidiabetes, hepatoprotektor, imunomodulator, serta tonik kesehatan. Selain buah, daun, kulit batang, akar, dan biji juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan modern
Habitat
Malaka tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis, terutama pada dataran rendah hingga menengah. Tanaman ini toleran terhadap berbagai jenis tanah, termasuk tanah kering dan berbatu, dengan kebutuhan cahaya matahari penuh. Malaka sering dijumpai di hutan terbuka, lahan pekarangan, kebun obat, serta kawasan agroforestri


