NAMNAM (Cynometra cauliflora L.)
Populasi dan Status Konservasi
Berdasarkan hasil inventarisasi terbaru, terdapat 1 pohon nam-nam yang berlokasi di area Open Space
Status konservasi : Least Concern (2023)
Deskripsi Umum
Namnam (Cynometra cauliflora) merupakan tumbuhan berbentuk perdu hingga pohon kecil–sedang dari famili Fabaceae (suku polong-polongan). Tanaman ini berasal dari bioma beriklim tropis basah dengan sebaran alami mulai dari Myanmar bagian selatan hingga kawasan Malesia bagian barat dan tengah. Ciri khas nam nam adalah buahnya yang tumbuh langsung pada batang atau cabang utama, suatu fenomena yang dikenal sebagai cauliflory. Namnam sering dibudidayakan di Asia Tenggara sebagai tanaman buah sekaligus tanaman hias.
Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan berbagai nama daerah seperti namu-namu (Manado), namo-namo (Ternate), namet atau lamute (Maluku), kopi anjing (Jawa), dan pukih (Sunda).
Nama ilmiah Cynometra cauliflora pertama kali dipublikasikan oleh Carolus Linnaeus dalam Species Plantarum pada tahun 1753.
Morfologi
Pohon ini tumbuh setinggi 3–10 m dengan batang tegak lurus, bulat, dan berkayu sejati, berdiameter hingga ±60 cm, berpermukaan relatif halus hingga sedikit berambut dan berwarna abu-abu kecokelatan. Percabangannya dikotom hingga simpodial dengan sistem perakaran tunggang serta modifikasi akar banir, membentuk tajuk bulat. Daunnya majemuk dan tersusun berhadapan, berbentuk lonjong dengan ujung dan pangkal meruncing, tepi bertoreh, permukaan licin, dan pertulangan menyirip; daun muda berwarna putih kemerahan sedangkan daun tua hijau tua. Bunganya majemuk dan sempurna, tumbuh kauliflori pada batang dan cabang, berwarna putih hingga putih kekuningan dan tidak mencolok. Buah berbentuk lonjong, hijau saat muda dan cokelat kekuningan saat masak, berkulit keriput kasar dengan daging putih kekuningan bercita rasa asam-manis, dengan produksi ±500–1.000 buah per pohon.
Kandungan Bahan Kimia dan Manfaat
Kandungan Kimia
Saponin, steroid atau triterpenoid, fenolik, flavonoid, tanin, kuinon, dan cardiac glycosides.
Pangan
Buah dimanfaatkan sebagai bahan rujak dan asinan
Digunakan sebagai buah segar dengan cita rasa khas
Obat Tradisional
Daun digunakan sebagai obat diare (mencret)
Buah dan daun dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk kencing manis
Nilai Lain
Tanaman buah lokal dengan nilai konservasi plasma nutfah
Pohon hias eksotik untuk pekarangan dan kebun koleksi
Daun dan buah diketahui mengandung senyawa saponin, flavonoid, dan tanin yang berperan dalam aktivitas farmakologis
Habitat
Namu-namu tumbuh baik pada:
Daerah tropis dataran rendah
Ketinggian rendah (±3 m dpl pada lokasi contoh di Maluku)
Lingkungan terbuka hingga agak terlindung
Tanah kebun dan pekarangan dengan drainase baik
Tanaman ini cocok dikembangkan sebagai tanaman pekarangan dan konservasi buah lokal


