PALEM PUTRI (Adonidia merrillii)
Populasi dan Status Konservasi
Berdasarkan hasil inventarisasi terbaru, terdapat 3 pohon palem putri yang berlokasi di area Open Space
Status Konservasi : Vulnerable under criteria B2ab(i,ii,iii)
Deskripsi Umum
Adonidia merrillii (palem putri / Christmas palm) adalah spesies palem dari famili Arecaceae (suku pinang-pinangan). Tumbuhan ini berasal dari bioma tropis basah, dengan sebaran alami terutama di Filipina, dan kini dibudidayakan luas di berbagai wilayah beriklim hangat di dunia. Nama genus Adonidia berarti “Adonis kecil”, merujuk pada sosoknya yang indah namun berukuran relatif kecil, sedangkan epitet spesies merrillii diberikan untuk menghormati Elmer D. Merrill, seorang botanis Amerika awal abad ke-20 yang ahli flora Filipina.
Nama ilmiah Adonidia merrillii pertama kali dipublikasikan oleh Odoardo Beccari pada tahun 1919.
Morfologi
Akar serabut.
Batang tunggal, lurus, halus, ramping dengan diameter sekitar 20-25 cm, berwarna cokelat, membawa bekas daun yang menonjol, dan ditutupi dengan serat tenun keabu-abuan yang indah di bagian atas, bagian di bawah mahkota. Diatapi oleh mahkota 20 – 50 daun.
Daun palmate (daun majemuk manjari) tersusun secara spiral, memiliki helaian daun yang hampir berbentuk bulat seperti kipas, berukuran sedang hingga besar, berwarna hijau mengkilap, terbagi menjadi banyak lobus linier, kaku, berlekuk, daun menjadi lebih terbagi seiring bertambahnya usia. Tangkai berduri (di dasar permukaan bawah pada tanaman muda) menopang helai daun, panjang, dan sedikit melengkung.
Bunga kecil, berwarna kuning, biseksual. Perbungaan bertangkai panjang, panjangnya sekitar 0,9–1,2 m, terbagi menjadi 3 sumbu utama yang memuat hingga 4 percabangan. Malai bunga krem.
Buah berbiji, kecil, berbentuk globose (bulat) hingga subglobose, berdiameter sekitar 11 – 25 mm dengan lapisan daging yang sangat tipis, buah berwarna oranye-merah cerah hingga merah dan berubah menjadi hitam ketika matang.
Biji berwarna cokelat yang keras dan bulat.
Manfaat
Mengobati luka segar dan diare. Memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri.Berdasarkan fungsinya sebagai tanaman obat, palem sadeng juga dipercaya masyarakat memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan yang secara tradisional dapat mengatasi berbagai keluhan penyakit. Salah satunya, dimana masyarakat Benguet di Filipina telah mengaplikasikan daunnya sebagai tapal untuk mengobati luka segar.
Habitat
Palem sadeng dapat ditemukan berlimpah di hutan rawa, hutan rawa kering musiman, pinggiran bakau, hutan hujan, hutan sekunder, hutan cemara lembap, di sepanjang sungai, pada ketinggian hingga 300 m dpl. Spesies ini hanya dapat dibudidayakan di iklim tropis dan subtropis, karena tidak tahan pada suhu mendekati nol, tetapi untuk waktu yang sangat singkat. Palem sadeng menyukai lokasi yang cerah, tetapi juga baik di tempat teduh dengan beberapa sinar matahari langsung, namun spesimen muda menghendaki kondisi sebagian teduh. Pertumbuhannya sangat cocok pada tanah lempung yang subur, tetapi dapat beradaptasi dengan berbagai jenis tanah yang dikeringkan dengan baik, termasuk tanah liat, pasir, dengan pH tanah yang basa atau asam. Spesies ini juga menyukai media yang lembap merata tetapi tidak basah secara konsisten. Palem sadeng cukup tahan terhadap kerusakan tetapi tidak toleran terhadap angin kencang


