Droensolobaru

PALEM SADENG (Saribus rotundifolius)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Superdivisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Liliopsida

Subkelas : Arecidae

Ordo : Arecales

Famili Arecaceae

Genus Saribus

Spesies Saribus rotundifolius (Lam.) Blume

Populasi dan Status Konservasi

Berdasarkan hasil inventarisasi terbaru, terdapat 6 pohon palem sadeng yang berlokasi di area Open Space 

Saribus rotundifolius adalah salah satu spesies palem berbentuk pohon dari famili Arecaceae (suku pinang-pinangan). Tumbuhan ini berasal dari bioma tropis basah dengan sebaran alami meliputi wilayah Asia Tenggara, mulai dari Kalimantan (Kepulauan Banggi) hingga Papua (Kepulauan Raja Ampat).

Palem sadeng tumbuh sebagai palma berbatang tunggal dengan tinggi mencapai ±9 meter. Batangnya keras, bertekstur kasar, dan berwarna kekuningan hingga cokelat muda. Tajuk daun membentuk mahkota besar dengan diameter sekitar 2–4 meter. Daunnya berbentuk kipas (palmate), membulat (orbikular), berukuran besar, dan berwarna hijau. Pelepah daun kuat dan menopang helaian daun yang berlipat-lipat. Bunga tersusun dalam malai, sedangkan buah berbentuk kecil dan muda dapat dikonsumsi secara tradisional (Pemkab Ciamis; Dagalea et al. 2021).

Saponin, phlobatanin, tanin, antrakuinon, cardiac glycosides, terpenes, alkaloid, flavonoid, deoxysugars, fenol.

Palem sadeng banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias di taman kota, kawasan perkantoran, dan halaman bangunan karena bentuk daunnya yang unik dan mencolok (Pemkab Ciamis, tanpa tahun).

Daunnya digunakan sebagai atap jerami dan pembungkus makanan, sedangkan batangnya dimanfaatkan untuk konstruksi bangunan sederhana di daerah pedesaan (Dagalea et al. 2021).

Penelitian fitokimia menunjukkan bahwa daun dan buah Saribus rotundifolius mengandung tanin, saponin, terpenoid, dan glikosida jantung, yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan antioksidan, antimikroba, dan farmasi (Dagalea et al. 2021).

Palem sadeng tumbuh optimal di daerah tropis yang lembap dengan suhu hangat. Tanaman ini menyukai tanah liat hingga liat berlempung dengan kelembapan cukup dan drainase baik. Habitat alaminya meliputi daerah terbuka, pekarangan, dan kawasan dengan intensitas cahaya matahari cukup. Tanaman ini toleran terhadap berbagai kondisi iklim tropis dan mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan budidaya (Dagalea et al. 2021).