PALEM SADENG (Saribus rotundifolius)
Populasi dan Status Konservasi
Berdasarkan hasil inventarisasi terbaru, terdapat 6 pohon palem sadeng yang berlokasi di area Open Space
Status konservasi : Least Concern (2025)
Deskripsi Umum
Saribus rotundifolius adalah salah satu spesies palem berbentuk pohon dari famili Arecaceae (suku pinang-pinangan). Tumbuhan ini berasal dari bioma tropis basah dengan sebaran alami meliputi wilayah Asia Tenggara, mulai dari Kalimantan (Kepulauan Banggi) hingga Papua (Kepulauan Raja Ampat).
Nama ilmiah Saribus rotundifolius pertama kali dipublikasikan oleh botanis Jean-Baptiste Lamarck pada tahun 1838.
Di Indonesia, palem ini dikenal dengan nama samir (Bali) dan woka (Sulawesi).
Dalam bahasa Inggris, tumbuhan ini dikenal sebagai anahaw palm, footstool palm, atau Java palm. Di negara lain, namanya antara lain serdang (Malaysia), anahau, bahi, bulno (Filipina), taung-htan (Myanmar), serta pam chawa, pam tan, pam yawa (Thailand).
Morfologi
Palem sadeng tumbuh sebagai palma berbatang tunggal dengan tinggi mencapai ±9 meter. Batangnya keras, bertekstur kasar, dan berwarna kekuningan hingga cokelat muda. Tajuk daun membentuk mahkota besar dengan diameter sekitar 2–4 meter. Daunnya berbentuk kipas (palmate), membulat (orbikular), berukuran besar, dan berwarna hijau. Pelepah daun kuat dan menopang helaian daun yang berlipat-lipat. Bunga tersusun dalam malai, sedangkan buah berbentuk kecil dan muda dapat dikonsumsi secara tradisional (Pemkab Ciamis; Dagalea et al. 2021).
Manfaat
Kandungan Kimia
Saponin, phlobatanin, tanin, antrakuinon, cardiac glycosides, terpenes, alkaloid, flavonoid, deoxysugars, fenol.
Ornamental dan Lanskap
Palem sadeng banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias di taman kota, kawasan perkantoran, dan halaman bangunan karena bentuk daunnya yang unik dan mencolok (Pemkab Ciamis, tanpa tahun).
Bahan Bangunan Tradisional
Daunnya digunakan sebagai atap jerami dan pembungkus makanan, sedangkan batangnya dimanfaatkan untuk konstruksi bangunan sederhana di daerah pedesaan (Dagalea et al. 2021).
Obat dan Potensi Farmasi
Penelitian fitokimia menunjukkan bahwa daun dan buah Saribus rotundifolius mengandung tanin, saponin, terpenoid, dan glikosida jantung, yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan antioksidan, antimikroba, dan farmasi (Dagalea et al. 2021).
Habitat
Palem sadeng tumbuh optimal di daerah tropis yang lembap dengan suhu hangat. Tanaman ini menyukai tanah liat hingga liat berlempung dengan kelembapan cukup dan drainase baik. Habitat alaminya meliputi daerah terbuka, pekarangan, dan kawasan dengan intensitas cahaya matahari cukup. Tanaman ini toleran terhadap berbagai kondisi iklim tropis dan mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan budidaya (Dagalea et al. 2021).


