Droensolobaru

POHON SOSIS (Kigelia africana)

Klasifikasi

Kerajaan : Plantae

Divisi : Streptophyta

Kelas : Equisetopsida

Order : Lamiales

Famili : Bignoniaceae

Genus : Kigelia

Spesies Kigelia africana

Populasi dan Status Konservasi
  • Berdasarkan hasil inventarisasi terbaru, terdapat 1 pohon sosis yang berlokasi di area Open Space 

Kigelia africana adalah salah satu spesies tumbuhan berbentuk pohon dari famili Bignoniaceae. Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim tropis kering dan sabana di kawasan Afrika tropis. 

Kigelia pinnata dapat tumbuh hingga 25 m dengan tajuk padat dan membulat. Kulit batang berwarna abu-abu, relatif halus pada pohon dewasa, dan dapat mengelupas tipis. Daun tersusun berhadapan, bertipe majemuk menyirip, dengan 3–5 pasang anak daun dan satu anak daun terminal. Anak daun berbentuk lonjong, bertekstur agak kasar, berwarna hijau kekuningan di permukaan atas dan lebih pucat di bagian bawah. Bunga berukuran besar, mencolok, berwarna merah marun gelap dengan urat kuning, berbentuk seperti cawan, berbau kurang sedap, dan tersusun dalam rangkaian menggantung. Penyerbukan terutama dilakukan oleh kelelawar. Buah sangat khas, berbentuk silindris memanjang seperti sosis, dapat mencapai panjang hingga 1 m dan berat hingga 12 kg, berwarna cokelat keabu-abuan, dengan banyak biji yang tertanam dalam daging buah berserat (Orwa et al. 2009).

  • Iridoid (specioside, verminoside, minecoside), kuinon (lapachol, dehydro α-lapachone, 2-acetylfuro-1,4-naphthoquinone, kigelinol, kigelinone, isokigelinol, pinnatal, isopinatal, norviburtinal, sonovoburtinal, kigelinone, tecomaquinone-1, kojic acid, 2-(1-Hydroxyethyl)-naphtho[2,3-b] furan-4,9-quinone, 2-acetylnaphtho[2,3-b] furan-4,9-quinon, 2-(1-hydroxyethyl) naphtho [2,3-b] furan-4,9-dione), senyawa fenolik (p-Coumaric acid, caffeic acid, ferulic acid, atranorin, nonacosanoic acid, 2-(4-hydroxyphenyl) ethyl ester, luteolin, luteolin 7-O-glucoside, 6-hydroxyluteolin, 6-p-coumaroyl-sucrose, kigeliol, balaphonin), kumarin, sterol (β-sitosterol, stigmasterol, γ-sitosterol), triterpen (asam oleanolat, asam pomolat, 2β,3β,19α-Trihydroxy-urs-12-en-28-oic acid), diterpen (phytol, 3-Hydro-4,8-phytene), flavonoid, tanin, alkaloid, saponin.

Secara alami, Kigelia pinnata tumbuh di sabana basah, hutan terbuka, hutan riparian, dan sepanjang tepi sungai. Spesies ini ditemukan pada ketinggian 0–1.800 m dpl, dengan curah hujan tahunan sekitar 600–1.400 mm. Tanaman ini toleran terhadap berbagai jenis tanah, terutama tanah lempung sedang hingga tanah gambut, dan tumbuh optimal pada daerah tropis dengan suhu hangat. K. pinnata tidak tahan terhadap embun beku dan lebih sesuai untuk daerah beriklim panas hingga sedang (Orwa et al. 2009).