TABEBUIA BUNGA KUNING (Tabebuia aurea)
Populasi dan Status Konservasi
Berdasarkan hasil inventarisasi terbaru, terdapat 1 pohon tabebuia bunga kuning yang berlokasi di area Open Space
Status konservasi : Least Concern (2024)
Deskripsi Umum
Tabebuia aurea merupakan tumbuhan berbentuk pohon dari famili Bignoniaceae. Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim tropis kering dengan rentang sebaran alami mulai dari Peru, Brasil, hingga Argentina bagian utara.
Nama lain dari tanaman ini adalah pohon terompet karibia
Dalam bahasa Inggris tumbuhan ini dikenal dengan sebutan caribbean trumpet-tree.
Nama ilmiah Tabebuia aurea pertama kali dipublikasikan oleh botanis George Bentham pada tahun 1895.
Morfologi
Tabebuia aurea merupakan pohon berukuran sedang hingga besar dengan tinggi sekitar 5–20 m dan diameter batang dapat mencapai 60–100 cm. Batang tegak, berkayu keras, dengan kulit batang tebal, kasar, dan berwarna abu-abu kecokelatan. Tajuk melebar dan membulat, membentuk kanopi yang cukup rindang. Daunnya bertipe majemuk menjari, umumnya terdiri atas 5–7 anak daun berbentuk lonjong hingga elips, berwarna hijau di bagian atas dan lebih pucat di bagian bawah. Bunga berukuran besar, berbentuk terompet, berwarna kuning cerah, muncul mencolok terutama saat pohon menggugurkan daun pada musim kering. Buah berupa kapsul memanjang yang berisi banyak biji pipih bersayap, memudahkan penyebaran oleh angin (Silva et al., 2018).
Kandungan Bahan Kimia dan manfaat
- Sterol, alkoloid, flavonoid, 3,4́,5-Trihydroxy-7-methoxyflavone, 3,4-dimethoxybenzoic acid (veratric acid), Methyl cinnamate, β-Sitosterol, Betulinic acid, 6- O -(p-coumaroyl)-catalpol (specioside).
Tabebuia aurea memiliki beragam manfaat, antara lain:
Tanaman hias dan peneduh, karena bunganya yang mencolok dan tajuk yang rindang, sering ditanam di taman kota, tepi jalan, dan ruang terbuka hijau.
Kayu, digunakan secara lokal untuk konstruksi ringan, perabot sederhana, dan bahan bakar karena memiliki kekuatan dan daya tahan yang cukup baik.
Obat tradisional, terutama kulit batang, daun, dan akar, yang secara empiris digunakan sebagai antipiretik, antiradang, antianemia, dan diuretik.
Ekologis, bunganya menjadi sumber nektar bagi serangga penyerbuk, sehingga berperan dalam menjaga keanekaragaman hayati (Silva et al., 2018; Pereira et al., 2020).
Habitat
Secara alami, Tabebuia aurea tersebar di Amerika Selatan, terutama Brasil, dan tumbuh pada berbagai ekosistem seperti Cerrado, Caatinga, Pantanal, dan savana tropis. Tanaman ini beradaptasi baik pada daerah kering hingga semi-kering, tanah berdrainase baik, termasuk tanah berpasir dan berkapur. Spesies ini toleran terhadap kekeringan musiman dan sering dijumpai di lahan terbuka, tepi sungai, serta kawasan dengan intensitas cahaya matahari tinggi (Silva et al., 2018).


