WALISONGO (Schefflera arboricola)
Populasi dan Status Konservasi
Berdasarkan hasil inventarisasi terbaru, terdapat 5 pohon walisongo yang berlokasi di area Open Space
Deskripsi Umum
chefflera arboricola adalah nama lain dari tanaman pohon payung kerdil atau pohon gurita yang akrab di telinga masyrakat
Indonesia tanaman ini disebut tanaman walisongo, tanaman ini memiliki nama berbeda-beda. Diantaranya walisongo kuning, walisongo mentega dan selainnya.
Negara Inggris menyebut tanaman walisongo ini dengan nama lain Dwarf umbrella-tree atau Dwarf schefflera, sedangkan negara Jerman menamainya dengan nama lain Kleine Strahlenaralie.
Tanaman walisongo merupakan tanaman yang berasal dari nama seorang Botani dari Jerman pada abad ke-18 yang bernama Jacob Christian Scheffler. Tanaman ini berasal dari Taiwan dan Hainan/Tiongkok, kemudian menyebar ke berbagai daerah di Asia, Afrika tropis, Florida dan Hawaii.
Morfologi
Schefflera arboricola merupakan semak hingga pohon kecil evergreen dari famili Araliaceae dengan tinggi sekitar 3–5 m (10–15 kaki) dan lebar tajuk 2–4,5 m. Tanaman ini umumnya tumbuh berbatang banyak dari pangkal, dengan batang lentur berwarna hijau yang dapat dilatih menjadi bentuk pohon tunggal melalui pemangkasan bertahap. Tajuk berbentuk membulat hingga vas dengan kerapatan daun yang tinggi. Daun bertipe majemuk menjari (palmately compound), tersusun berseling, terdiri atas beberapa anak daun berbentuk elips hingga obovate dengan tepi rata dan permukaan mengilap berwarna hijau tua. Bunga berwarna hijau, berukuran kecil, dan tidak mencolok. Buah berbentuk bulat kecil, berdaging, berwarna oranye terang saat masak, bersifat dekoratif namun tidak signifikan sebagai pakan satwa (Gilman & Watson, 1994).
Manfaat
Schefflera arboricola memiliki nilai manfaat terutama pada aspek estetika dan fungsional lanskap. Tanaman ini banyak digunakan sebagai tanaman hias dalam ruangan, tanaman pot, pagar hidup, tanaman aksen taman, serta dapat dibentuk sebagai tanaman standar atau espalier pada dinding bangunan. Di lingkungan perkotaan dan bangunan, S. arboricola populer sebagai tanaman interior karena perawatannya relatif mudah dan kemampuannya beradaptasi pada intensitas cahaya rendah hingga sedang. Tanaman ini juga sering dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas visual ruang kerja dan hunian, meskipun tidak memiliki peran signifikan sebagai tanaman peneduh skala besar. Perlu diperhatikan bahwa tanaman ini bersifat toksik ringan sehingga sebaiknya dijauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan (Gilman & Watson, 1994; Primex Garden Center, 2019).
Habitat
Schefflera arboricola bukan tanaman asli Amerika Utara dan berasal dari wilayah tropis Asia. Tanaman ini tumbuh baik pada iklim tropis hingga subtropis, dan sesuai untuk zona USDA 9B–11. Tanaman ini adaptif terhadap berbagai kondisi cahaya, mulai dari teduh, setengah teduh, hingga matahari penuh, meskipun pertumbuhan terbaik dicapai pada cahaya terang tidak langsung. S. arboricola toleran terhadap berbagai jenis tanah (liat, lempung, berpasir), baik bersifat asam maupun sedikit basa, asalkan drainase baik. Tanaman ini juga memiliki toleransi kekeringan yang cukup tinggi setelah mapan, sehingga cocok untuk lingkungan perkotaan dan penggunaan dalam maupun luar ruangan (Gilman & Watson, 1994).


