Droensolobaru

MIMISAN : Jangan Mendongak! Inilah Mitos dan Fakta Sebenarnya!

Halo, SOBAtku! Pernah mengalami mimisan atau melihat orang di sekitar tiba-tiba keluar darah dari hidung? Reaksi pertama kita biasanya langsung panik, lalu menyuruh mendongakkan kepala atau sibuk mencari daun sirih untuk menyumbat hidung.

Eits, tahan dulu ya, SOBAtku! Ternyata cara lama itu kurang tepat dan bahkan bisa berbahaya. Agar kita tidak salah langkah, yuk kita bedah tuntas fakta medis di balik mimisan dan cara menanganinya yang benar!

Apa Itu Mimisan?

Mimisan adalah kondisi ketika darah mengalir dari bagian dalam hidung. Meski terlihat menakutkan, mimisan umumnya hanyalah gangguan kecil yang bisa diatasi sendiri. Secara medis, ada dua jenis mimisan yang perlu SOBAtku ketahui:

  • Mimisan Anterior (Depan): Ini adalah jenis yang paling sering terjadi. Darahnya berasal dari pembuluh darah di bagian depan hidung dan relatif lebih mudah untuk dikontrol.
  • Mimisan Posterior (Belakang): Biasanya terjadi pada lansia atau mereka dengan tekanan darah tinggi. Darahnya berasal dari bagian dalam dan membutuhkan penanganan khusus dari tenaga medis.
Kenapa Mimisan Bisa Terjadi?

Kadang mimisan seperti datang tanpa alasan yang jelas, namun sebenarnya ada beberapa faktor pemicu yang sering kali kita abaikan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Udara Kering: Ruangan ber-AC atau cuaca panas dapat membuat lapisan dalam hidung menjadi kering, teriritasi, dan mudah pecah.
  • Kebiasaan Mengupil: Mengorek hidung terlalu dalam atau terlalu keras dapat merusak pembuluh darah kecil di dalamnya.
  • Sinusitis & Alergi: Peradangan berulang akibat alergi atau debu bisa memicu pendarahan.
  • Hipertensi: Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol bisa membuat pembuluh darah “menyerah” dan akhirnya pecah.
Mitos vs Fakta: Jangan Lakukan Ini!

Banyak kebiasaan lama yang ternyata bisa menjadi bumerang bagi kesehatan kita:

  • Dilarang Menengadah! Mendongakkan kepala justru membuat darah mengalir ke tenggorokan. Risikonya, darah bisa masuk ke paru-paru (tersedak) atau ke lambung yang memicu rasa mual hingga muntah darah.
  • Jangan Asal Sumpal! Memasukkan tisu atau daun sirih yang tidak steril justru memicu infeksi kuman atau malah membuat luka baru saat sumbatan tersebut dicabut.
Langkah 3S: Cara Menangani Mimisan yang Benar

Tenang SOBAtku, jika terjadi mimisan, cukup lakukan langkah 3S berikut ini:

  • Sikap Tegak: Duduk tegak sambil sedikit menunduk. Posisi ini membantu mengurangi tekanan di hidung dan mencegah darah masuk ke tenggorokan.
  • Stop Aliran: Jepit cuping hidung (bagian yang lunak) dengan ibu jari dan telunjuk selama 10–15 menit. Selama dijepit, bernapaslah lewat mulut terlebih dahulu.
  • Suhu Dingin: Kompres pangkal hidung dengan es yang dibungkus kain untuk membantu menyempitkan pembuluh darah dan mempercepat pembekuan.
Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar mimisan akan berhenti dengan penanganan mandiri. Namun, SOBAtku harus segera mencari bantuan medis jika pendarahan tidak kunjung berhenti setelah ditekan selama 20–30 menit, volume darah sangat banyak, atau disertai gejala lain seperti pusing hebat dan detak jantung cepat.

Layanan Kesehatan Terpadu di RS Dr. OEN SOLO BARU

Selain pelayanan medis reguler, RS Dr. OEN SOLO BARU juga menyediakan berbagai pilihan layanan sesuai dengan kondisi. Mulai dari Layanan Klinik Eksekutif yang cepat, hingga Layanan Home Care yang siap menghadirkan tenaga kesehatan langsung ke rumah. SOBAtku dapat menghubungi Humas RS Dr. OEN SOLO BARU untuk informasi lebih lanjut. Mari jaga kesehatan demi hidup yang lebih berkualitas!