Halo, SOBAtku! Siapa di sini yang sering menahan kencing karena tanggung sedang kerja atau asyik nonton film? Duh, jangan dijadikan kebiasaan ya! Meskipun terlihat sepele, sering menahan kencing bisa menjadi pintu masuk bagi penyakit yang cukup mengganggu, yaitu Infeksi Saluran Kemih (ISK).
Tahukah SOBAtku, ISK bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, secara anatomi, wanita memang lebih sering mengalami kondisi ini. Yuk, kita bedah tuntas kenapa menahan kencing itu berbahaya dan bagaimana cara mencegahnya!
Kenalan dengan Si Biang Kerok: Bakteri E. coli
Penyebab utama dari ISK adalah bakteri bernama Escherichia coli atau yang lebih dikenal dengan E. coli. Bakteri ini sebenarnya secara alami tinggal di saluran pencernaan kita. Namun, masalah muncul ketika bakteri ini “nyasar” dan pindah ke saluran kemih, lalu berkembang biak di sana hingga menimbulkan infeksi.
Infeksinya bisa bervariasi, mulai dari peradangan kandung kemih (sistitis) hingga yang lebih berat jika mencapai ginjal.
Kenapa Menahan Kencing Itu Berbahaya?
Menahan buang air kecil bukan cuma bikin perut tidak nyaman, tapi ada mekanisme medis yang terjadi di baliknya:
- Waktu Berkembang Biak Bakteri: Saat urine ditahan, bakteri yang masuk ke saluran kemih punya lebih banyak waktu untuk “berpesta” dan berkembang biak.
- Iritasi Saluran: Urine yang ditahan terlalu lama akan menjadi semakin pekat. Warna yang pekat ini bisa mengiritasi dinding saluran kemih dan memicu pertumbuhan bakteri.
- Pelemahan Otot Kandung Kemih: Tekanan dari kandung kemih yang terlalu penuh bisa melemahkan otot dindingnya. Akibatnya, saat kencing, urine tidak bisa keluar sepenuhnya. Sisa urine yang tertinggal inilah yang menjadi media empuk bagi bakteri.
- Risiko Komplikasi: Jika didiamkan, bakteri bisa naik ke saluran yang lebih atas, mulai dari ureter hingga menyerang ginjal kita, lho!
Langkah Sederhana Cegah ISK
Tenang SOBAtku, ISK sangat bisa dicegah dengan perubahan kebiasaan kecil setiap hari:
- Jangan Menahan Kencing: Segera ke toilet jika keinginan buang air kecil muncul.
- Perbanyak Minum Air Putih: Agar frekuensi kencing teratur dan membantu “membilas” bakteri keluar dari saluran kemih.
- Cara Membersihkan yang Benar: Biasakan membersihkan area kewanitaan dari arah depan ke belakang setiap selesai buang air kecil atau besar untuk mencegah perpindahan bakteri.
- Hindari Produk Berpewangi: Hindari penggunaan pembersih kewanitaan berpewangi yang berisiko menimbulkan iritasi.
Konsultasi dengan Ahlinya di RS Dr. OEN SOLO BARU
Jika SOBAtku merasakan gejala seperti nyeri saat kencing atau anyang-anyangan, segera konsultasikan kesehatan Anda kepada Dokter Spesialis Bedah Urologi di RS Dr. OEN SOLO BARU. Kami memiliki dr. Setya Anton Tusara Wardaya, Sp.U, dokter spesialis senior yang ahli dalam pemeriksaan dan tindakan operasi saluran kemih, serta dr. Rizki Muhammad Ihsan, Sp.U yang juga melayani konsultasi mendalam seputar kesehatan urologi Anda.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan dan pendaftaran, silakan hubungi Humas RS Dr. OEN SOLO BARU. Yuk, jaga kesehatan saluran kemih mulai sekarang. Karena sehat itu dimulai dari kebiasaan baik setiap hari!



