Droensolobaru

Waspadai Nyeri Telinga Pada Anak! Bisa Jadi Tanda Infeksi Pneumokokus!

Halo, SOBAtku! Pernahkah Anda merasa cemas saat tawa ceria si kecil mendadak hilang atau ia menjadi sangat rewel tepat setelah ia tampak sembuh dari flu? Jangan terkecoh, ya! Bisa jadi ada “penyusup” diam-diam yang sedang bekerja.

Bakteri Streptococcus pneumoniae atau yang lebih dikenal sebagai Pneumokokus, sering kali menyelinap di balik telinga dan mengancam hingga 80% balita bahkan sebelum mereka merayakan ulang tahun yang ke-3. Infeksi ini bisa memicu peradangan hebat di telinga tengah yang disebut Otitis Media. Yuk, kita waspadai bersama!

Kenapa Si Kecil Sering Nyeri Telinga Setelah Flu?

Infeksi telinga tengah atau Otitis Media sangat umum terjadi pada anak-anak. Mengapa demikian? Ada beberapa faktor pemicunya:

  • Serangan Mikroorganisme: Selain bakteri Pneumokokus, virus flu (common cold) juga bisa merusak saluran napas atas dan membuka jalan bagi infeksi telinga.
  • Saluran Telinga yang Tersumbat: Terdapat saluran bernama Tuba Eustachius yang menghubungkan telinga ke tenggorokan. Jika saluran ini tersumbat (akibat alergi atau flu), cairan akan menumpuk dan menjadi tempat favorit bakteri untuk berkembang biak.
  • Anatomi Anak yang Unik: Berbeda dengan orang dewasa, saluran telinga anak lebih pendek, lebar, dan mendatar. Hal ini memudahkan kuman “melompat” dari tenggorokan langsung ke telinga.
  • Sistem Imun: Kekebalan tubuh balita yang belum sempurna membuat mereka lebih rentan melawan infeksi yang datang bertubi-tubi.
Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan Ayah & Bunda

Waspadai tanda-tanda berikut jika si kecil mulai menunjukkan gelagat tidak biasa:

  • Sering Menarik Telinga: Anak akan lebih rewel, sering menangis, dan terus-menerus memegang atau menggosok telinganya karena rasa nyeri yang hebat.
  • Mogok Makan & Minum: Gerakan menelan saat menyusu bisa memicu nyeri tekanan di telinga yang sedang meradang.
  • Gelisah di Malam Hari: Rasa nyeri biasanya memuncak saat anak berbaring, membuat tidur mereka tidak nyenyak dan sering terbangun.
  • Demam & Gangguan Pendengaran: Suhu tubuh bisa meningkat di atas 38°C. Selain itu, penumpukan cairan bisa membuat anak kurang responsif saat dipanggil karena pendengarannya terganggu.
  • Keluar Cairan: Waspadai jika muncul cairan kuning atau putih dari telinga. Ini tanda peradangan sudah cukup berat hingga merobek gendang telinga.
Langkah Nyata Lindungi Si Kecil

Kabar baiknya, SOBAtku bisa melakukan langkah pencegahan agar radang telinga tengah ini tidak terjadi:

  • Vaksinasi adalah Kunci: Pastikan si kecil mendapatkan vaksinasi PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) dan influenza sesuai jadwal.
  • Berikan ASI Eksklusif: ASI selama 6 bulan pertama sangat membantu memperkuat imun si kecil.
  • Lingkungan Sehat: Hindari paparan asap rokok karena perokok pasif memiliki risiko infeksi telinga yang jauh lebih tinggi.
  • Kebersihan & Kebiasaan Baik: Rutin mencuci tangan, mengelola alergi dengan baik, serta menghindari pemberian botol susu saat anak dalam posisi berbaring telentang.
Cegah, Deteksi, dan Tangani di RS Dr. OEN SOLO BARU

SOBAtku, jangan biarkan keceriaan si kecil terganggu oleh gejala rewel, demam, atau keluarnya cairan dari telinga. Jika gejala ini muncul, segera bawa buah hati Anda ke Dokter Spesialis THT atau Dokter Spesialis Anak di RS Dr. OEN SOLO BARU agar tidak terlambat mendapat penanganan. Ingat, cegah, deteksi, dan tangani! Penanganan dini sangat penting untuk menghindari risiko komplikasi pendengaran yang serius di masa depan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal dokter atau layanan vaksinasi, SOBAtku dapat menghubungi Humas RS Dr. OEN SOLO BARU. Mari bersama-sama pastikan si kecil tumbuh sehat, mendengar dengan jernih, dan ceria setiap hari!